REVITALISASI SMK TAHUN 2017 DI SMK NEGERI 2 SUBANG

Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan bertujuan untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia yang kemudian menjadi rujukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan SMK untuk mengimplementasikan program revitalisasi SMK di seluruh Indonesia. Revitalisasi SMK dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan potensi wilayah, sumber daya, dan kebutuhan riil tenaga kerja untuk mendukung perkembangan ekonomi dan pengembangan wilayah. Revitalisasi SMK diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu SMK sekaligus memberikan pengaruh terhadap kualitas lulusan SMK yang akan menjadi sumber daya pembangunan di Indonesia. 
SMK Negeri 2 Subang adalah salah satu SMK Rujukan dari 125 SMK Rujukan  di Indonesia terlibat dalam Revitalisasi SMK. Kegiatan Pendampingan Revitalisasi SMK tengah dilaksanakan. Selama dua hari yaitu tanggal 7-8 September, sebanyak 35 guru yang mengajar pada kompetensi keahlian kemaritiman di SMK Negeri 2 Subang mengikuti kegiatan pendampingan Revitalisasi. Kegiatan pendampingan program revitalisasi SMK melibatkan stakeholder, antara lain perguruan tinggi, DU/DI, P4TK, dan LP3TK. Tujuan pendampingan adalah memberikan masukan dan mengarahkan SMK untuk mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing unggul dalam persaingan kebekerjaan secara nasional maupun global. Tim pendamping bersama-sama dengan SMK memprioritaskan program revitalisasi sehingga sekolah memiliki keunggulan berbasis potensi wilayah dan sumber daya yang dimiliki untuk menghasilkan lulusan sesuai dengan kebutuhan industri. Bertindak sebagai pendamping adalah Dr. Dedy Suryadi , M.Pd selaku dosen Universitas Pendidikan Indonesia(UPI).
Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Subang Iim Gunawan, S.TP mengatakan, Revitalisasi SMK berdasarkan Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK. Bidang Kemaritiman akan menjadi fokus Revitalisasi di SMK Negeri 2 Subang.
Beliau menjelaskan, hasil dari revitalisasi tersebut ialah adanya kesesuian muatan kurikulum dengan kebutuhan industri kemaritiman yang berstandar Internasional Maritime Organization (IMO). Sehingga lulusan dapat dengan mudah di terima di industri  kemaritiman , tutur Bapak Kepala Sekolah Iim Gunawan, S.TP. Saat ini dua kompetensi keahlian di SMK Negeri 2 Subang yakni Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga sudah sesui dengan standar IMO. Proses itu tidak mudah dilakukan selama dua tahun, hingga mendapatkan Approval/ Pengesahan pada dua Kompetensi Keahlian Tersebut.
Selaku Pengawas, Drs. Moh.Warso, M.M.Pd mengatakan, melalui revitalisasi bidang kemaritiman tersebut diharapkan lulusan dapat diserap dengan mudah di dunia kerja dan mendapatkan posisi terbaik .Dalam Proses revitalisasi tersebut, ia berpesan agar pembelajaran tetap berjalan sebagai mana mestinya. Guru jangan sampai hanya fokus dengan proses ini, sementara siswa diabaikan. “ini menuntut kita harus kerja keras . Kewajiban mengajar harus tetap dilaksanakan, tuturnya.
Kepala Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan Wilayah II Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat
,Dra Hj Otin Martini MPd yang membuka kegiatan pendampingan tersebut, mendukung penuh proses Revitalisasi Bidang Kemaritiman di SMK Negeri 2 Subang. Apa yang di harapkan dari revitalisasi tersebut diharapkan bisa terwujud.